ISOLASI ANTIOKSIDAN TUMBUHAN SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr & Perry) ASAL PAPUA

  • Islamudin Ahmad
  • Risna Lestari
Keywords: antioxidant, isolates, Myrmecodia pendens Merr & Perry, DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl).

Abstract

 

ABSTRACT

 

Research about active antioxidant compounds isolated from plants ant nests (Myrmecodia pendens Merr. & Perry) from Papua by the method of column chromatography has been done. This study aimed to explore the isolation of the active class of compounds as antioxidants from ant nest plant. Isolates obtained using the method of column chromatography and antioxidant activity of the ant nest plants isolates tested used spraying method with free radical DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) after eluted on thin-layer chromatography. At separation by column chromatography, eluate collected in vials with a volume of 10 ml. Based on the results of fractionation, separation of the components obtained by 74 vials. Identification using TLC by determining the Rf value of each component. The same Rf value is considered as a single fraction. Based on the results obtained seven fractions TLC. Active isolates (F6) obtained by spraying. The results of fraction of spot with DPPH staining showed that the isolates was considered the most active isolates as seen from the formation of a yellow color that is lighter and more dominant than the other fractions, this indicates that the fraction (F6) binds more free radicals (DPPH).

 

Key words: antioxidant, isolates, Myrmecodia pendens Merr & Perry, DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl).

 

ABSTRAK

 

Telah dilakukan penelitian isolasi senyawa aktif antioksidan dari tumbuhan sarang semut (Myrmecodia pendens Merr. & Perry) asal Papua dengan metode kromatografi kolom. Penelitian ini bertujuan untuk mencari isolat golongan senyawa yang aktif sebagai antioksidan dari tumbuhan sarang semut. Isolat diperoleh dengan menggunakan metode kromatografi kolom dan aktivitas antioksidan isolate sarang semut diuji menggunakan metode penyemprotan dengan radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) setelah dielusi pada kromatografi lapis tipis. Pada pemisahan dengan kromatografi kolom, eluat ditampung dalam vial dengan volume 10 ml. Berdasarkan hasil fraksinasi, diperoleh komponen hasil pemisahan sebanyak 74 vial. Identifikasi menggunakan KLT dengan cara menentukan nilai Rf masing-masing komponen. Nilai Rf yang sama dianggap sebagai satu fraksi. Berdasarkan hasil KLT di dapatkan 7 fraksi. Isolat  aktif (F6) yang diperoleh dengan penyemprotan. Hasil pewarnaan spot fraksi dengan DPPH menunjukan bahwa isolat yang dianggap paling aktif adalah isolat yang dilihat dari terbentuknya warna kuning yang lebih terang dan lebih dominan dibanding fraksi yang lainnya, ini menandakan bahwa fraksi (F6) lebih banyak mengikat radikal bebas (DPPH).

 

Kata kunci: antioksidan, isolat, Myrmecodia pendens Merr & Perry, DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl).

Downloads

Download data is not yet available.

References

1.Anonim. 1986,Sediaan galenik. Dirjen POM. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
2.Baumann, L.M.D. 2002,Cosmetic dermatology, principles and practice.Hongkong: MCGraw-Hill companies.
3.Dalimartha, S. 2000,Atlas tumbuhan obat Indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidya.
4.Day, Jr.R.A.; & Underwood, A.L. 2002,Analisis kimia kuantitatif,Edisi V.Terjemahan
oleh Soendoro. Jakarta: Penerbit Erlangga,. p. 388.
5.Gritter, R.J.; Bobbit, J.M.; & Schwarting, A.E. 1991,Pengantar kromatografi, edisi 2. Bandung: ITB; 1991. p. 160-163
6.Hanani, E. 2006,Uji Aktivitas Antioksidan Beberapa Spons Laut dari Kepulauan Seribu.2006. p. 3-1, Jurnal Bahan Alam Indonesia, Vol. 6.
7.Harborne, J.B. 1987,Metode fitokimia. Bandung: Institut Teknologi Bandung; 1987. p. 13.
8.Hasty, S. 2009,Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galangal.) Dengan Metode DPPH., Makassar.
9.Hendayana, S. 2006,Kimia Pemisahan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.; p. 2.
10.Hernani.; & Rahardjo, M. 2005,Tanaman Berkhasiat Antioksidan. Jakarta: Penebar
Swadaya; 2005. p. 8-10
11.Khopkar, S.M.1990,Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: UI- Press; p. 215-216
12.Molyneux, P.2004,The Use Of The Stable Free Radical Diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) For
Estimating Antioxidant Activity. Songklanakarin J. Sci: Technol; 2004. p. 219-211
13.Muchtadi, D. 2009,Gizi Anti Penuaan Dini. Bandung; Alfabeta.
14.Pokorni, J.; Yanishlieva, N.; & Gordon, M. 2001,Antioxidant in Food. Practical Application. New York.; CRC Press; p. 42
15.Pratiwi, E. 2009,Aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi aktif temukunci (Boesenbergia pandurataRoxb). Aktiv Antiok ekst(online) 2009.http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/1
2658/2/G09epr.pdf. Diakses 7 Juni 2010
16.Rininta, N. 2010,Klt Autografi-Cuprac Sebagai Teknik Cepat Pendeteksian Senyawa Antioksidan. Available from: :http://iirc.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/23066/1/G08nri.pdf
. Diakses 7 Juni 2010
17.Sastrohamidjojo, H. 1985,Spektroskopi. Yogyakarta: Penerbit Liberty; p.39-42
18.Subroto, A.; & Saputro, H. 2008,Gempur Penyakit Dengan Sarang Semut.Jakarta: Penebar swadaya; p. 17-26
19.Subroto, A.; & Saputro, H. 2009,Kandungan Sarang Semut.Analycal Chem[serial online] 2008. Available from:http://tabloidgallery. wordpress.com. Diakses 27 November 2009. p. 1
20.Suhadiyah, S.; & Tambaru, E. 2010,Yayasan Keragaman Hayati Sulawesi. Makassar: Yayasan keragaman hayati Sulawesi.
21.Suhartono, dkk. 2004, Peran Rebusan Daun Tapak Dara (Catharunthus roseus L) Sebagai Antioksidan Dalam Menghambat Fotooksidasi Cairan Nutrisi Paranteral Glukosa. Majalah Obat tradisional vol.9. 2004. p.21-25.
22.Tan, H.T.; & Rahardja, K. 2008,Obat-Obat Penting Edisi Keenam. Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo Kelompok Kompas - Gramedia; p. 844.
23.Winarsi, H. 2007,Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta: Kanisius.
Published
2011-12-31
How to Cite
Ahmad, I., & Lestari, R. (2011). ISOLASI ANTIOKSIDAN TUMBUHAN SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr & Perry) ASAL PAPUA. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 1(3), 196-201. https://doi.org/10.25026/jtpc.v1i3.28

Most read articles by the same author(s)