UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KAYU BAYUR SULAWESI (Pterospermum celebicum Miq.) DENGAN METODE PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl)

  • Sapri Sapri
Keywords: Antioxidant activity, Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.), free radical DPPH

Abstract

An antioxidant activity test of Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.) wood ekstract by method of the scavenging free radical DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl) had been performed. The research was aimed to establish antioxidant activity of Bayur Silawesi (P. celebicum Miq.) wood extract in scavenging the free radical DPPH. The extraction was conducted by maceration method with methanol and subsequently was partitioned by n-hexan, chloroform and ethyl acetat, and tested for free radical DPPH scavenger activity. Results of antioxidant activity test indicated that IC50 value of methanol, n-hexan, chloroform and ethyl acetat extracts were 263 ppm, 277.5 ppm, 240.95 ppm and 172.9 ppm.

Key words: Antioxidant activity, Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.), free radical DPPH

 

ABSTRAK

 Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak kayu Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.) dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kayu Bayur Sulawesi (P. celebicum Miq.) dalam penangkapan radikal bebas DPPH. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan selanjutnya dipartisi dengan n-heksan, kloroform dan etil asetat dan diuji aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa nilai IC50 dari ekstrak metanol, n-heksan, kloroform dan etil asetat berturut-turut adalah 263 bpj, 277,5 bpj, 240,95 bpj dan 172,9 bpj.

Kata Kunci: Aktivitas antioksidan, Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum Miq.), radikal bebas DPPH

Downloads

Download data is not yet available.

References

1.Masrifah YR. 2006. Isolasi dan Uji Aktivitas Anti Radikal Bebas Senyawa Fenolik Fraksi Etil Asetat dari Kulit Batang Cassia spectabilisDC. Skripsi.Fakultas MIPA Universitas Airlangga. Surabaya. hal. 1-2, 31
2.Meng TC, Yu-Tang T, Shang TC. Antioxidant activities of ethanolic extracts from the twigs of Cinnamomum osmophloeum. JBT[serial on the Internet]. 2007May 2; [2009 June 1]; 99. Available from: http://www. ezplib.ukm.com/
3.Rohman A, Riyanto S. Daya Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kemuning (Murraya paniculata(L) Jack) secara in vitro. MFI. 2005. Vol. 16 no. 3. hal. 136-140.
4.Amrun MH, Umiyah. Pengujian Antiradikal Bebas Difenilpikril Hidrazil (DPPH) Ekstrak
Buah Kenitu ( Chrysophyllum cainitoL.) Dari Daerah Sekitar Jember. JID. 2005. Vol. 6 no. 2.
hal. 110-114.
5.Prawira RSA. 1987. Daftar Nama Pohon-Pohonan Sulawesi Selatan, Tenggara dan Sekitarnya. Badan Litbang Kehutanan Sul-Sel. Makassar. hal. 99.
6.Sosef MSM, Hong LT, Prawirohatmodjo S. 1998. Plant Resources of South-East Asia. PROSEA. Bogor. hal. 479-482.
7.Marzuki A, Alfian N, Nunuk HN, Harlim T. Pemeriksaan Farmakognostik Tumbuhan Pterospermum celebicumMiq. dan Penapisan Komponen Kimia Secara Kromatografi Lapis
Tipis. Di dalam: Litaay M, Fachrudin, Soekendarsi E, Zulkifli A, editor. Prosiding Seminar Nasional Biologi XIX. Makassar; 9-10 Juli 2008. hal. 403-407.
8.Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia. Terjemahan oleh Padmawinata K & Soediro I. Bandung. Penerbit ITB. hal. 120.
9.Hanani E, Mun’in A, Sekarini R. Identifikasi Senyawa Antioksidan Dalam Spons Callyspongia sp. Dari Kepulauan Seribu. MIK.2005. Vol. II no. 3. hal. 127-133.
10.Burhanudin. 2009. Tumbuh-tumbuhan Khas Sulawesi. www.lorelindu.wordpress.com. diakses tanggal 24 Juli 2009.
11.Irawati et.al. 2008. List of Plants Species Cultivated in the Bogor Botanical Gardens. Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, LIPI.
12.Boer E, Lemmens RHMJ. 2009. Informasi Spesien Tumbuhan Keras. www.plantamol.com/informasi-spesies-pterospermum/html.diakses tanggal 24 Juli 2009
13.Winarsi H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas Potensi dan Aplikasinya dalam Kesehatan.Penerbit Kanisius. Yogyakarta. hal. 77-82.
14.Suratmo. Potensi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Sebagai Antioksidan. MFI. 2007. Vol. 15 no. 1. hal.115-119.
15.Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. 1979. Farmakope Indonesia. Ed.3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. hal. 9
16.Gritter RJ, Bobbit JM, Schwarting AF. 1991.Pengantar Kromatografi.Ed.2. ITB. Bandung. hal. 9-12
17.Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan. 1979. Sediaan Galenik. Ed.2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. hal. 16
18.Markham KR. 1988. Cara Mengidentifikasi Flavonoid. Penerbit ITB. Bandung. hal. 15-16.
19.Vermerris W, Nicholson R. 2008. Phenolic Compound Biochemistry. Spinger Science. West Lafayette USA. pp. 151-152.
20.Sastrohamidjojo H. 1985. Spekroskopi. Penerbit Liberty. Yogyakarta. hal. 11-15.
21.Solomons TWG. 1980. Organic Chemistry. 2nd edition. John Willey and Sons. University of South Florida. New York. p. 413.
22.Wahjuni T. 2006. Dua Santon Terprenilasi dan Uji Antioksidan pada Ekstrak n-Heksan dari Kulit Batang Garcinia tetranda Pierre. TesisProgram Pascasarjana ITS. Surabaya. hal. 35.
23.Sulistyarini PD. 2009. Uji Aktivitas Antiradikal Bebas dari Ekstrak Inti Biji Bagore (Caesalpinia crista Linn.). SkripsiFakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Makassar. hal. 37-38.
24.Tahir I, Wijaya K, Widianingsih D. Terapan Analisis HANSCH untuk Aktivitas Antioksidan Senyawa Turunan Flavon/Flavonol. Makalah disajikan dalam Seminar Khemometri. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Gajah Mada. Yogyakarta 25 Januari 2003.
Published
2011-12-31
How to Cite
Sapri, S. (2011). UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KAYU BAYUR SULAWESI (Pterospermum celebicum Miq.) DENGAN METODE PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl). Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 1(3), 227-234. https://doi.org/10.25026/jtpc.v1i3.33