IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens JACK.) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PATOGEN

  • Arsyik Ibrahim
  • Hadi Kuncoro
Keywords: P. canencens Jack, antibacteria activity, S. mutans, S. thiposa, B. subtillis, S. aureus

Abstract

A research which identification of secondary metabolites and antibacterial activity test from methanol exstract of leaf Sungkai (Peronema canencens Jack) to several pathogens bacterial, which aims to identification of secondary methabolites and determine the antibacterial activity from crude methanol extract of leaf Sungkai (P. canencens Jack). against Streptococcus mutans, Salmonella thyposa, Bacillus subtilis and Staphylococcus aureus bacteria. Material test obtained by maceration with methanol, then tested for activity. Minimum Inhibition Concentration (MIC) value extract was determined by liquid dilution and the followed by scratches on solid media method.  Minimum Kill Concentration (KBM) value extracts was determined by agar diffusion method with using paper disks.The results secondary metabolite identify form extracts of leaves P. canencens obtainable derived alkaloid, terpenoids - steroids, flavonoids, and tannin compounds. Methanol extract have the antibacterial activity. Minimum Inhibition Concentration (MIC) value of extract is concentration of 20% for bacteria S. mutans, S.thiposa and S.aureus, while for the B. subtilis is konsentration of 15%. Minimum Kill Concentration (KBM) values exstract at a concentration of 5% effective at killing S. mutans and S. thyposa bacteria, while the concentration of 1% effective to bacteria B.subtilis and S.aureus.

Key words: P. canencens Jack,  antibacteria activity, S. mutans, S. thiposa, B. subtillis, S. aureus

 

ABSTRAK

 

Telah dilakukan penelitian identifikasi metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun Sungkai (P.canencens Jack) terhadap beberapa bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder dan mengetahui aktifitas antibakteri dan Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak kasar metanol daun Sungkai (P.canencens Jack.) terhadap bakteri  Streptococcus mutans, Salmonella thyposa, Bacillus subtilis dan  Staphylococcus aureus. Bahan uji diperoleh dengan maserasi daun sungkai dengan metanol, selanjutnya diuji aktivitasnya. Nilai Kadar Hambat Minumum (KHM) ekstrak ditentukan dengan metode dilusi cair dan dilanjutkan dengan metode goresan pada media padat. Nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak ditentukan dengan metode difusi agar padat menggunakan paper disk. Hasil penelitian identifikasi metabolit sekunder ekstrak P. canencens diperoleh golongan senyawa alkaloid, terpenoid - steroid, flavanoid, dan tanin. Ekstrak metanol daun P. canencens Jack. memiliki aktifitas sebagai antibakteri. Nilai KHM ekstrak P. canencens untuk bakteri S..mutans, S.thiposa dan S.aureus adalah konsentrasi 20%, sedangkan untuk bakteri B. subtilis adalah 15%. Nilai KBM ekstrak metanol P. canencens pada konsentrasi 5% efektif membunuh bakteri S.. mutans dan S. thyposa,  sedangkan konsentrasi 1 % efektif membunuh bakteri B.subtilis dan S.aureus.

Kata kunci : P. canencens Jack,  Aktivitas  antibakteri, S. mutans, S. thyposa, B. subtillis, S. aureus

Downloads

Download data is not yet available.

References

1.Ajizah, A. 2004. Sensitivitas Salmonella Typhimurium Terhadap Ekstrak Daun Psidium Guajava L. Bioscientiae, Vol.1, No.1 : 31-8
2.Akiyama, H., Fuji., Yamasaki., dkk., 2001., Antibacterial Action of Several Tannins Agains Staphylococcus aureus.,Journal of Antimicrobia Cahemotherapy. Vol. 48 : 487-91.
3.Chamber, H.F. 2001. goodman an Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics dalam Handman and Limbird (Eds), Antimicrobial agents (1143-1169). USA: McGraw-Hill Companies Inc.
4.Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Departemen Kesehatan RI. Jakarta
5.Djide, N, & Sartini. 2008. Analisis Mikrrobiologi Farmasi. Universitas
Hasanuddin; Makassar
6.Dwidjoseputro. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambaran; Jakarta.
7.Hertiani,T., Palupi, S.I., Sanliferianti, dan Nurwindasari, D.H., 2003, Uji Invitro Antimikroba Terhadap Staphylococus aureus, Eschericia coli, Shygella dysentriae dan Candida albicans Dari Beberapa Tanaman Obat Tradisional Untuk Penyakit Infeksi. Jurnal Farmasi Indonesia Pharmacon. Volume 4 (2), Desember 2003. 89-95
8.Jawetz, Melnick & Adelber. 2005. Mikrobiologi kedokteran(Buku 1), Diterjemahkan oleh Penerjemah Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Salemba Medika; Surabaya.
9.Mardi. 2010. Koleksi Herba Institut Penyelidikan dan Kemajuan Pertanian Malaysia. (Online). http://wannura.wordpress.com). diakses tanggal 12 Juni 2011
10.Masduki I, 1996. Efek Antibakteri Ekstrak Biji Pinang (Areca catechu) terhadap S. aureus dan E. coli. Cermin Dunia Kedokteran109: 21-4
11.Padmawinata.K., dan I. Soediro. 2006. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. ITB.Bandung
12.Robinson T. 1995, Kandungan Organik Tumbuhan Tingkat Tinggi, ITB, Bandung
13.Sinambela, J.M. 2002. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Jamu dan Kosmetika Alami. Buletin Plasma Nutfah
Published
2012-12-31
How to Cite
Ibrahim, A., & Kuncoro, H. (2012). IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens JACK.) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PATOGEN. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 2(1), 8-18. https://doi.org/10.25026/jtpc.v2i1.43

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>