UJI TOKSISITAS AKUT DAN SUBAKUT PADA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BAWANG TIWAI (Eleutherine Americana Merr.)

  • Yurika Sastyarina
Keywords: bulb, Eleutherine americana, acute and subacute toxicity

Abstract

The ethanolic extract from the bulb of Eleutherine americana was investigated for acute and subacute toxicity in Balb/C male mice. The parameter used on this research is mortality n hepar  histophatological. During acute toxicity study, bulb plant (0.52, 0,26 and 5.2 mg/kg b.wt) p.o. for 72 hour and subacute toxicity study bulb plant (0.52, 0,26 and 5.2 mg/kg b.wt) p.o. once daily for 30 days. The result of the research shows that ethanol extract with 0.52, 0,26 and 5.2 mg/kg b.wt dosage can be said relatively safe because there is no death signal about 50% in 24 hour and the result of subacute toxicity in observation histophatological in hepar shows there is fibrosis n necrosis with 0.52, 2.6 mg/kg b.wt and 5.2 mg/kg b.wt dosage.

Keywords : bulb, Eleutherine americana , acute and subacute toxicity  

 

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian toksisitas subakut pada ekstrak etanol umbi bawang tiwai  (Eleutherine americana (Aubl.). Merr) dari mencit jantan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah kematian dan hispatologi hati. Pada uji toksisitas akut diberikan ekstrak etanol bawang tiwai sekali dengan dosis 0,52 mg/kgBB, 2,6 mg/kgBB, dan 5,2 mg/kgBB dan dilakukan pengamatan selama 72 jam sedangkan pada toksisitas subakut dengan pemberian berulang setiap hari sekali selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa ekstrak bawang tiwai dengan dosis 0,52 mg, 2,6 mg, dan 5,2 mg/KgBB dapat dikatakan relatif aman karena selama 24-72 jam tidak menunjukkan kematian hewan uji (mencit) sebanyak 50% dan hasil pengamatan hispatologi hepar menunjukkan bahwa dosis 0,52 mg/20 g bb mencit, 2,6 mg/20 g bb mencit, dan 5,2 mg/20 g bb mencit  dapat menyebabkan perubahan histologi hati mencit berupa fibrosis, nekrosis.

Kata Kunci : Umbi,  Eleutherine Americana, uji akut dan subakut

Downloads

Download data is not yet available.

References

1.Anonim, 1993,Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia dan Pengujian Klinik, Yayasan POM, Departemen Kesehatan Republik Indonesia ; Jakarta
2.Agoes A., 1991,Pengobatan Tradisional di Indonesia, Medika ; Jakarta
3.Depkes RI, 1996,Sediaan Galenik,Depkes RI
4.Confer AW dan Panciera RJ. 1995.Thomson’s Special Veterinary Pathology. Edisi ke-2. Edited by: Carlton WW dan McGavin MD. Mosby.
5.Cotran RS. Ginjal dan sistem penyalurannya. In: Robbins SL, Kumar V.
Staf Pengajar Laboratorium Patologik Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, editor. Buku ajar patologi II. 4th ed. Jakarta: EGC, 1995; p. 203-04
6.Gilman, A.G., 2007,Dasar farmakologi Terapi Volume 2, Penerbit EGC ; Jakarta
7.Guthrie, D.W, 2003,The Diabetes Source Book, Mc Graw Hills Company ; New York
8.Guyton & Hall, 1997, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Penerbit EGC ; Jakarta
9.Keyman, Withfield. 2006.Dietary proteins intake in patients with hepatic encephalopahaty and chirrosis : current practice in NSW and ACT. Diakses pada tanggal 8 November 2011 dari : (http://www.healthsystem.virginia.edu/internet/digestive-)
10.Lu FC. 1995.Toksikologi Dasar. Edisi ke-2. UI Press. Jakarta
11.Mangan, Yellia., 2005,Cara Bijak Menaklukan Kanker, Agromedia Pustaka ; Jakarta
12.Price S, Wilson L. 1995.Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit buku 1, edisi keempat. Jakarta: EGC
13.Widyati, T.W., 2011,Efek Ekstrak Umbi Bawang Tiwai (Eleutherina americana Merr), Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, tidak dipublikasikan.
Published
2013-06-30
How to Cite
Sastyarina, Y. (2013). UJI TOKSISITAS AKUT DAN SUBAKUT PADA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BAWANG TIWAI (Eleutherine Americana Merr.). Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 2(2), 118-124. https://doi.org/10.25026/jtpc.v2i2.57

Most read articles by the same author(s)