AKTIVITAS IMUNOGLOBULIN M (IgM) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

Keywords: Theobroma cacao peel extract, agglutination, immunostimulant,, Immunoglobulin M (IgM), Ekstrak Kulit Buah Kakao, Theobroma cacao L., IgM tikus putih, Hemaglutinasi, Imunostimulan

Abstract

The research of Immunoglobulin M (IgM) activity of Theobroma cacao peel extract has been done to 20 rats. The parameter is agglutination between serum of rats and antigen. Rats were grouped to 4 group, which are group of negative control and 3 groups as experiment groups those given by extract in 250, 500 and 700 mg doses of rats. On the first day was given SDMK 2% by Intraperitonial and after 5 day the serum taken and tested. The data of agglutination then analyzed by Anova. The experiment showed that Theobroma cacao peel extract has activity as immunostimulant in 500 mg doses of rats effective dose.

Keywords: Theobroma cacao peel extract, agglutination, immunostimulant, Immunoglobulin M (IgM)

ABSTRAK

Penelitian Aktivitas Imunoglobulin M (IgM) Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) telah dilakukan terhadap 20 ekor tikus uji. Parameter yang diamati adalah terjadinya aglutinasi antara serum tikus yang telah diberi perlakuan dengan antigen. Tikus putih dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberi Na CMC 0,5%, serta 3 kelompok uji yang diberikan ekstrak dengan konsentrasi 250, 500 dan 700 mg/200 g BB Tikus. Perlakuan secara per oral diberikan selama 5 hari. Pada hari ke-1 diinjeksikan Sel Darah Merah Kambing (SDMK) 2% secara intraperitonial dan setelah perlakuan, yaitu hari ke-7 serum diambil dan dilakukan pengujian dengan metode titer antibodi. Data hasil pengamatan aglutinasi di analisis menggunakan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah Kakao memiliki aktivitas sebagai imunostimulan dengan dosis terbaik 500 mg/200 g BB tikus.

Kata kunci:    Ekstrak Kulit Buah Kakao, Theobroma cacao L., IgM tikus putih, Hemaglutinasi, Imunostimulan

Downloads

Download data is not yet available.

References

1.Departemen Kesehatan & Kesejahteraan sosial. 2001. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I) Jilid 2. Badan Penelitian dan Pengembangan kesehatan. Jakarta
2.Dorland, W.A. Newman. 2006. Kamus KedokteranEdisi 29. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta.
3.Lee, K.W., Kim, Y.J., Lee, H.J., Lee C.Y., 2003. Cocoa has more phenolic phytochemicals and a higher antioxidant capacity than teas and red wine. J Agric Food Chem. 51.(25). 7292-7295.
4.Othman, A., Ismail, A., Ghani, N.A., Adenan, I., 2007. Antioxidant Capacity and Phenolic Content of Cocoa Bean. Food Chemistry.100. 1523–1530.
5.Sartini. Djide, Natsir. Alam, Gemini. 2007. Ekstraksi Komponen Bioaktif dari Limbah Kulit Buah Kakao dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba. Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Makassar.
6.Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Penerbit Tarsito. Bandung.
Published
2014-12-31
How to Cite
Siregar, V. O., Rusli, R., & Ibrahim, A. (2014). AKTIVITAS IMUNOGLOBULIN M (IgM) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus). Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 2(5), 259-263. https://doi.org/10.25026/jtpc.v2i5.74

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>