Hubungan antara Tempat Perindukan Nyamuk Aedes aegypti dengan Kasus Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Penajam Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara

  • Sitti Badrah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Nurul Hidayah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Keywords: Mosquito Breeding Places, Container,, Aedes Aegyp ti mosquito larvae, DHF cases

Abstract

 

ABSTRACT

 

Penajam Paser Utara Regency is a DHF endemic area with amount of DHF cases always high from 2005 and always rising every years. And penajam village is a village with the highest DHF cases in Penajam Paser Utara regency. With total DHF cases 21 or 32,79% from total DHF cases on Penajam subdistrict. This research was observational comparative in the field with quantitative method and cross-sectional approach to 60 houses by observation and interview to respondents. The purpose of this research was to analyze the correlation of container, non-container, natural container and density figure of Aedes Aegypti mosquito larvae (DF) with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) cases. This research finds result that there are significant correlation between breeding place of Aedes Aegypti mosquito larvae such as type of container (p=0.000), condition of container (p=0.000), purity of container (p=0.045), type of non-container (p=0.000), type of natural container (p=0.002) with the existence of the Aedes Aegypti mosquito larvae. While, density of Aedes Aegypti mosquito larvae did not have a significant correlation with the DHF cases (p=1.000). It suggested that could be maximizing the 3M Program and always making environment cleanliness to reduce DHF incidence in Penajam village area, Penajam Paser Utara regency.

 

Keywords : Mosquito Breeding Places, Container, Aedes Aegypti mosquito larvae, DHF cases.

 

ABSTRAK

 

Kabupaten Penajam Paser Utara Merupakan Daerah Endemik penyakit DBD dengan jumlah kasus yang selalu tinggi sejak tahun 2005 dan selalu bertambah setiap tahun. Desa Penajam merupakan salah satu desa dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan julah kasus 21 atau 32,79 % total keseluruhan kasus DBD yang terjadi. Penelitian lapangan ini dilakukan secara komparatif observasional dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross-sectional terhadap 60 rumah melaui observasi dan dan wawancara langsung ke responden. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi angka kontainer, non-kontainer, kontainer alami dan kepadatan larva nyamuk Aedes aegypti (DF) dari kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Hasil dari penelitian ini adalah ada korelasi yang signifikan antara tempat perkembangbiakan larva nyamuk Aedes aegypti seperti jenis kontainer (p = 0,000), kondisi kontainer (p = 0,000), kemurnian kontainer (p = 0,045), jenis non-kontainer (p = 0,000), jenis kontainer alam (p = 0,002) dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Sementara, kepadatan larva nyamuk Aedes aegypti tidak memiliki korelasi yang signifikan dengan kasus DBD (p = 1.000). Dari Hasil tersebut disarankan untuk memaksimalkan Program 3M dan selalu membuat kebersihan lingkungan untuk mengurangi kejadian DBD di wilayah desa Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

Kata Kunci : Tempat pembiakan nyamuk, Container, Larva nyamuk Aedes Aegypti, Kasus DBD.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1.Anonim. 2009, Interaksi Edisi 5: Majalah Informasi dan Referensi Promosi Kesehatan;Jakarta.
2.Anonim. 2009, Interaksi Edisi 6: Majalah Informasi dan Referensi Promosi Kesehatan; Jakarta.
3.Apriliani, F.B. 2008, Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga Tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Dengan Container Index Di Desa Gondang Tani Kebupaten Sragen Tahun 2008. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Online: diakses pada tanggal 20 April 2010. www.journal.ums.ac.id/J410040023
4.Anonim. 2009, Profil Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur;Samarinda: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.
5.Anonim. 2010, Profil Dinas Kelurahan Penajam. Penajam: Kelurahan Penajam Kabupaten PPU.
6.Nugroho, F.S. 2009, Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti Di Rw IV Desa Ketitang Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali. Online: diakses pada tanggal 20 April 2010 www.journal.ums.ac.id/J410050002
7.Heldi, dkk. 2007, Kajian Tempat Perindukan Nyamuk di Kabupaten Bantul Yogyakarta.
Online: diakses pada tanggal 20 April 2010 www.btkljogja.or.id
8.Depkes RI. 2003, Standar Pengawasan Program Bidang Kesehatan: Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD);Jakarta: Inspektorat Jenderal Departemen Kesehatan RI.
9.Ginanjar, G. 2008, Apa yang Dokter Anda Tidak Katakan tentang Demam Berdarah; Yogyakarta: B- First.
Published
2011-06-30
How to Cite
Badrah, S., & Hidayah, N. (2011). Hubungan antara Tempat Perindukan Nyamuk Aedes aegypti dengan Kasus Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Penajam Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 1(2), 150-157. https://doi.org/10.25026/jtpc.v1i2.23