Spectrophotometric Methods for the Determination of Caffeine in Beverages Use Solvent Extraction Techniques and Adsorption of Activated Carbon

Authors

  • Edy Agustian Yazid Akademi Analis Kesehatan Delima Husada Gresik http://orcid.org/0000-0002-6545-4711
  • Abdul Wafi Department of Pharmacy, Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
  • Agustin Eka Wulandari Delima Husada College of Health Analyst, Gresik 61111, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25026/jtpc.v5i4.308

Abstract

Kafein memiliki kegunaan terapeutik yang luas, banyak digunakan di bidang farmasi sebagai analgesik, dan mengurangi demam. Kafein juga banyak ditambahkan sebagai zat penyedap pada minuman ringan seperti coca cola dan minuman energi. Konsumsi kafein yang berlebihan atau dalam jangka panjang dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Kandungan kafein dalam minuman bervariasi menurut mereknya, dari 10 hingga 50 mg per porsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kafein dalam minuman berkarbonasi dan minuman energi dengan menggunakan teknik ekstraksi pelarut kloroform dan teknik adsorpsi karbon aktif. Kadar kafein dalam minuman dianalisis dengan metode spektrofotometri menggunakan panjang gelombang maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kafein dengan teknik ekstraksi pada minuman coca cola adalah (31,39 ± 0,528 mg / saji), pepsi biru (27,93 ± 0,159 mg / sajian), banteng merah (39. 79 ± 0,233 mg / porsi), dan macan kumbang (43,37 ± 0,860 mg / porsi). Teknik adsorpsi yang diperoleh pada minuman coca cola adalah (32,07 ± 0,164 mg / saji), pepsi biru (27,42 ± 0,174 mg / saji), banteng merah (31,35 ± 0,132 mg / saji), dan macan kumbang (33,83 ± 0,205 mg / saji) . Pada minuman coca cola, diperoleh hasil terbaik mendekati nilai sebenarnya seperti yang tertera pada label. Sedangkan untuk ketiga jenis minuman lainnya, jumlah kafein yang didapat lebih rendah dari yang diharapkan, dan masih di bawah batas maksimal yang diperbolehkan. Dari dua teknik yang diteliti, teknik ekstraksi masih memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan teknik adsorpsi. dan macan kumbang (33,83 ± 0,205 mg / porsi). Pada minuman coca cola, diperoleh hasil terbaik mendekati nilai sebenarnya seperti yang tertera pada label. Sedangkan untuk ketiga jenis minuman lainnya, jumlah kafein yang didapat lebih rendah dari yang diharapkan, dan masih di bawah batas maksimal yang diperbolehkan. Dari dua teknik yang diteliti, teknik ekstraksi masih memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan teknik adsorpsi. dan macan kumbang (33,83 ± 0,205 mg / porsi). Pada minuman coca cola, diperoleh hasil terbaik mendekati nilai sebenarnya seperti yang tertera pada label. Sedangkan untuk ketiga jenis minuman lainnya, jumlah kafein yang didapat lebih rendah dari yang diharapkan, dan masih di bawah batas maksimal yang diperbolehkan. Dari dua teknik yang diteliti, teknik ekstraksi masih memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan teknik adsorpsi.

 Kata kunci : Kafein, Minuman, Ekstraksi, Adsorpsi, Spektrofotometri

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2021-12-31

How to Cite

Yazid, E. A., Wafi, A., & Wulandari, A. E. (2021). Spectrophotometric Methods for the Determination of Caffeine in Beverages Use Solvent Extraction Techniques and Adsorption of Activated Carbon. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 5(4), 338–346. https://doi.org/10.25026/jtpc.v5i4.308