Analisis Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Kasar Etanol Daun Meranti Merah (Shorea leprosula Miq.) dan Sifat Antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli

  • Sudrajat Sudrajat Prodi Biologi, FMIPA, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Sadani Sadani Prodi Biologi, FMIPA, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Sudiastuti Sudiastuti Prodi Biologi, FMIPA, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Keywords: Leaf of Shorea leprosula Miq, secondary metabolit e substance, antibacterial, Staphylococcusaureus, Escherichia coli

Abstract

This study aims to determine the content of secondary metabolites and antibacterial power crude extract copper leaf meranti (Shorea leprosula Miq.) against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Antibacterial power is determined by the size of inhibition zone formed using paper disc diffusion method of Kirby-Bauer. The research design using a completely randomized design (CRD), with a concentration of 6 treatments and 4 replication for each type of bacteria. Variations in the concentration of a given treatment consisting of 0%, 3.75%, 7.5%, 11.25%, 15%, and chloramphenicol (positive control). The results shown that crude extract copper leaf meranti (Shorea leprosula Miq.) contain secondary metabolites such as alkaloids, saponins, triterpenoids, flavonoids, phenols and antibacterial power against Staphylococcus aureus and Escherichia coli, with the relatively strong antibacterial category. Anova analysis showed that the value of F count = 41,190 with sig = 0.000 <0.05, which means that H0 is rejected, in other words, treatment factors meranti copper leaf crude extract with various concentrations of 3.75%, 7.5%, 11, 25%, and 15%. different significantly affect the bacterial inhibition zone for S. aureus. The result same effect shown onE. coli demonstrated the value Fcount = 81, 236 with sig = 0.000 <0.05. These results demonstrate the influence of crude extract of leaf meranticopper very significantly to the growth of bacteria S. aureus and E. coli. At S.aureus, treatment concentration of 3.75%, 7.5%, 11.25%, and 15%yielding different significant of inhibition zone. In the E.colibacterial, treatment concentration of 3.75%, 7.5%, 11.25%, and 15% yielding different significant of inhibition zone.Best concentration as antibacterial S.aureus and E.coli have been shown on providing the lowest treatment concentration (3.75%), which shows the power antibacterial properties not significantly different from the concentration on it.

Keywords: Leaf of Shorea leprosula Miq, secondary metabolite substance, antibacterial, Staphylococcusaureus, Escherichia coli

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan daya antibakteri ekstrak kasar daun meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus danEscherichia coli.Ukuran daya antibakteri ditentukan oleh zona hambat yang terbentuk menggunakan metode difusi kertas cakram Kirby-Bauer.Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan konsentrasi dari 6 perlakuan dan 4 replikasi untuk setiap jenis bakteri.Variasi  konsentrasi perlakuan yang diberikan terdiri atas 0%, 3.75%, 7.5%, 11.25%, 15% dan  kloramfenikol (kontrol positif). Hasil penelitian menunujukkan bahwa ekstrak kasar daun meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, triterpenoid, flavonoid, fenol dan daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dengan kategori antibakteri tergolong kuat.Analisis anava menunjukkan bahwa nilai F hitung = 41.190 dengannilai sig = 0,000 < 0,05, yang berarti  bahwa H0ditolak, dengan kata lain faktor perlakuan ekstrak kasar daun meranti tembaga dengan variasi konsentrasi 3,75%, 7,5%, 11,25%, dan 15 %.  berpengaruhberbeda secara sangat signifikan terhadap zona hambat untuk bakteri S. aureus.Hal yang sama ditunjukkan pengaruhnya terhadap E.coli dengan nilai Fhitung = 81.236 dengannilai sig = 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan adanya pengaruh ekstrak kasar daun meranti termbaga secara  sangatsignifikan terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli. Pada bakteri Staphylococcus aureus,perlakuan konsentrasi 3.75%, 7.5%, 11.25%, dan 15% menghasilkan zona hambat yangberbeda signifikan. Pada bakteri Escherichia coli, perlakuan konsentrasi 3.75%, 7,5%, 11.25%, dan 15% menghasilkan zona hambat yang berbeda signifikan. Konsentrasi terbaik sebagai antibakteri S.aureus dan E.coli telah ditunjukkan pada pemberian konsentrasi perlakuan terendah (3,75 %), yang menunjukkan sifat daya antibakterinya tidak berbeda nyata dengan konsentrasi di atasnya.

Kata Kunci : Daun meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.), zat bioaktif, antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli

Downloads

Download data is not yet available.

References

1.Brooks, G.F.; Janet, S.B.; Stephen, A.M.; Jawetz; Melnick; & Adelberg’s. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Alih bahasa oleh Mudihardi, E.; Kuntaman; Wasito, E.B.; Mertaniasih, N.M.; Harsono, S.; & Alimsardjono, L.; Jakarta: Salemba Medika.
2.Eun-Kyong, C.S.; Constan, H.L.; Santisuk, T.; Reutrakul, V.; Beecher, C.W.W.; Fransworth, N.R.; Cordel, G.A.; Pezzuto, J.M.; & Knghorn, A.D. 1999.Resveratrol Tetramers fromVatica diospyroides. J. Org Chem 64: 6976-6983
3.Gunawan. 2008.Antibakteri pada herba Meniran (Phylanthus niruriLinn). Jurnal Kimia, Vol II
(22), hal.31-39. http://www.google.com.Diakses pada tanggal 20 Januari 2012.
4.Harbone, J. B. 1987.Metode Fitokimia. Bandung: ITB.
5.Newman, M. F.; Burgess, P. F.; & Whitmore, T. C. 1999.Pedoman Indentifikasi Pohon-pohon Dipterocarpaceae Pulau Kalimantan. Bogor: Prosea Indonesia.
6.Pelezar, M.J.; & Chan E.C.S. 2005.Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid 1. Jakarta: Universitas Indonesia.
7.Sotheeswaran, S.; & Pasupathy, V. 1993.Distribution of Resveratrol Oligomers in Plants.
Phytocchemistry53: 1015-1019
8.Sudjana. 1991. Desain dan Analisis Eksperimen. Bandung: Tarsito
9.Sultanbawa, M.U.S.; Surendrakumar, S.; & Bladon, P. 1980.New Antibacterial Polyphenol Copalliferol A fromVateria Copallifera (Retz) Aslon (Dipterocarpaceae)J.C.S Chem Comm 619-620
10.Volk, W. A.; & Wheeler, M. F. 1990.Mikrobiologi DasarEdisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Published
2012-06-30
How to Cite
Sudrajat, S., Sadani, S., & Sudiastuti, S. (2012). Analisis Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Kasar Etanol Daun Meranti Merah (Shorea leprosula Miq.) dan Sifat Antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 1(4), 303-311. https://doi.org/10.25026/jtpc.v1i4.41